Kawasan San Francisco Bay Area berada di dekat patahan aktif dan pernah mengalami gempa besar. Kota San Francisco kemudian menerapkan program wajib retrofit untuk jenis bangunan tertentu yang dinilai rentan, sebuah langkah yang menarik dipelajari oleh kota-kota rawan gempa lainnya.
01Bangunan Soft-Story
Bangunan soft-story adalah bangunan bertingkat yang lantai dasarnya lemah, misalnya karena dipenuhi garasi atau toko dengan bukaan lebar dan sedikit dinding penahan. Saat gempa, lantai dasar seperti ini dapat runtuh dan menyebabkan lantai di atasnya ambruk.
02Program Retrofit Wajib
San Francisco mewajibkan pemilik bangunan kayu bertingkat tertentu dengan lantai dasar lemah untuk melakukan penguatan secara bertahap. Penguatan dapat berupa penambahan rangka baja, dinding geser, atau sambungan yang lebih kuat antara struktur dan fondasi.
03Prinsip Penguatan Struktur
Retrofit bertujuan meningkatkan kekuatan dan kekakuan bangunan terhadap gaya gempa. Langkahnya dimulai dari penilaian kondisi oleh insinyur struktur, perencanaan penguatan, lalu pelaksanaan oleh kontraktor berpengalaman.
Retrofit biasanya jauh lebih murah dibanding membangun ulang setelah bangunan runtuh.
04Relevansi bagi Indonesia
Banyak ruko dan rumah toko di kota-kota Indonesia memiliki lantai dasar terbuka yang mirip dengan karakter soft-story. Penilaian dan penguatan bangunan lama dapat menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko korban saat gempa.