Banyak pemilik rumah terkejut ketika anggaran pembangunan yang disusun di awal ternyata tidak cukup di tengah proyek. Salah satu penyebab utamanya adalah perubahan harga material. Memahami data harga membantu menyusun anggaran yang lebih realistis.
01Material yang Paling Berpengaruh
Besi beton, semen, pasir, batu, bata, kayu, dan atap biasanya menyumbang porsi besar dari biaya struktur dan pekerjaan dasar. Harga besi dipengaruhi harga baja dunia dan kurs, sedangkan pasir dan batu sangat dipengaruhi biaya angkut dan ketersediaan lokal.
02Membaca Tren Harga
Lembaga statistik dan instansi terkait menerbitkan indeks harga bahan bangunan dan indeks biaya konstruksi secara berkala. Bandingkan tren beberapa bulan terakhir, bukan hanya harga hari ini. Harga di toko bangunan setempat juga perlu dicek karena dapat berbeda antarwilayah.
03Menyusun Anggaran yang Tahan Gejolak
Sertakan dana cadangan dalam Rencana Anggaran Biaya, misalnya sekitar 10 persen dari total anggaran, untuk mengantisipasi kenaikan harga dan pekerjaan tak terduga. Untuk proyek panjang, pertimbangkan membeli material utama lebih awal bila tempat penyimpanan memadai.
Kontrak dengan kontraktor sebaiknya menjelaskan bagaimana kenaikan harga material ditangani.
04Jangan Korbankan Mutu
Saat harga naik, ada godaan mengganti material dengan kualitas lebih rendah. Untuk komponen struktur seperti besi dan beton, mutu tidak boleh dikurangi karena berkaitan langsung dengan keselamatan bangunan.